Skip to content

Apa itu SSH

ssh

4 min read


Saat kita melakukan instalasi server kita akan mengenal satu protokol jaringan yang membantu pengguna terutama administrator sistem untuk mengakses perangkat secara aman mesti melalui jaringan yang tidak aman yaitu SSH atau kepanjangan dari Secure Shell/Socket Shell.

SSH juga dapat digunakan sebagai akses prangkat dari jarak yang sangat jauh, jadi kita sebagai penguna seperti administrator dimudahkan untuk mengakses server dimana saja secara efektif dan aman.

Bagi teman-teman yang menyimpan file dan informasi penting milik pribadi sampai perusahaan pada server atau komputer desktop, menggunakan SSH merupakan pilihan yang sangat tepat karena SSH memiliki beberapa manfaat penting.

Untuk itu artikel ini akan membahas SSH secara lengkap, silahkan simak artikel ini hingga selesai😉

Pengertian SSH

Sudah kita bahas di awal, SSH merupakan metode untuk mengamankan administrator login server atau perangkat dengan perlindungan yang lebih aman dari jaringan yang tidak aman serta dapat mengakses dari jarak yang sangat jauh sekalipun.

SSH juga menyertakan autentikasi password dan public key yang sangat kuat, dan komunikasi data secara enkripsi antara dua perangkat melalui jaringan internet.

Selain menyertakan enkripsi yang sangat kuat, SSH banyak digunakan oleh administrator jaringan secara jarak jauh. Jadi administrator dapat mengakses perangkat lain melalui jaringan, menjalankan perintah (command), atau bisa menyimpan file dari satu perangkat atau lebih.

Sampai saat ini, munculnya protokol jaringan SSH sebagai pengganti dari telnet yang secara security masih kurang aman. Maka dengan menggunakan SSH saat terkoneksi dan komunikasi antara perangkat dengan server akan terenkripsi.

Client SSH adalah aplikasi yang digunakan sebagai akses untuk menghubungkan sistem operasi pada perangkat menuju server.

Aplikasi client yang sering digunakan dan cukup populer adalah PuTTY, yang mendukung sistem operasi Windows.

SHH akan membuat sebuah koneksi antara client dan secara default server menggunakan port 22, dan melakukan autentikasi agar pertukaran pesan/data dapat dilakukan secara aman/

Cara ini sangat mirip ketika teman-teman mengakses website yang sudah terpasang sertifikat SSL sehingga protokol HTTP berganti menjadi HTTPS.

Sedangkan saat menggunakan telnet atau login bisa dianalogikan seperti kita mengunjungi website yang belum terpasang sertifikat SSL (masih HTTP).

Alangkah baiknya kita beralih menggunakan SSH sebagai alternatif yang sangat baik.

Kemampuan SSH dalam mengamankan jaringan sudah dibekali dengan 3 macam enkripsi, yaitu enkripsi simetris, asimetris, dan hashing.

Fungsi SSH

Setelah teman-teman mengetahui dasar SSH, paling tidak teman-teman sudah mengerti sedikit fungsi SSH, tetapi kita akan memberikan penjelasan lengkap mengenai fungsi SSH antara lain:

  • Mengamankan akses jarak jauh ke sistem jaringan atau perangkan untuk pengguna.
  • Mengamankan semua proses transfer data.
  • Mengamankan infrastruktur managemen jaringan.

Jenis Enkripsi SSH

Seperti pembahasan pengertian yang terakhir, SSH memiliki tiga jenis sekaligus enkripsi, untuk lebih jelasnya kita akan jelaskan mengenai jenis-jenis enkripsi pada SSH.

Enkripsi simetris

Enkripsi simetris biasanya menggunakan satu atau sepasang kunci yang digunakan untuk mengenkripsi sebuah pesan. Sehingga siapa saja yang memiliki kunci ini dapat mengakses dengan bebas untuk mengenkripsi dan mendekripsi pesan untuk oranglain yang juga memiliki kunci tersebut.

kunci tidak akan pernah tertukar antara client dan server, maka akan tetap terjaga keamanan enkripsi.

Enkripsi ini akan selalu aktif selama proses komunikasi antar client dan perangkat, uniknya kedua perangkan menjalankan enkripsi ini untuk pertukaran kunci, maka pihak ketiga tidak bisa membaca pertukaran data yang sedang berlangsung.

Enkripsi Asimetris

Enkripsi asimetris menggunakan dua kunci untuk mengenkripsi dan mendekripsi data yang dikirimkan melalui jaringan, keduanya disebut sebagai private key dan public key.

Public key dapat dibagikan dengan siapa saja yang diinginkan, tapi tidak untuk private key yang hanya dimiliki administrator saja.

Misal sebuah pesan dikirimkan kepada oranglain akan dienkripsi menggunakan public key agar penerima bisa membacanya maka membutuhkan private key.

Private key dipastikan selalu aman dan tidak boleh dibagikan sembarang orang.

Setelah enkripsi asimetris sudah membuat koneksi yang aman antara client dan server, client harus melakukan autentikasi untuk mendapatkan akses.

Server dapat menggunakan public key untuk mengenkripsi data, untuk mengautentikasi client harus mengguankan private key untuk mendekripsi data tersebut.

Cukup sekian artikel dan sedikit Konfigurasi dari saya TERIMAKASIH😉

Edit on GitHub